Juma'at malam tepatnya tanggal 2 oktober 2009, saya dan temen2 iseng-iseng beat espedisi ke Lamongan..
banyak hal yang saya bisa ambil pelajaran...sewaktu saya jalan dari semarang ke Lamongan kita melintas di daerah jalan PANTURA, keadaanya sungguh mengkhawatirkan..jalan satu tapi di pakai 2 arah jadi tidak heran jika jalan itu sering kecelakaan bukan karena dosa masa lalu yang katanya dendam nenek moyang kita yang dulu buat jalan dengan jara kerja paksa tapi lebih ke kondisi jalan yang jelek dan sempit padahal itu jalan yang menghubungkan 2 propinsi..
apakah kondisi truck yang tidak memperdulikan kapasitas normal yang harus di bawa atau para pak Dhe kita yang suka makan Aspal bweat jalan..
keadaan itu sepanjang jalan PANTURA..
sesampainya di WBL (Wisata Bahari Lamongan) banyak sekali yang kita dapatkan terutama di masing-masing wahana total yang di brosur WBL ada sekitar 40 wahana walau[pun saya juga tidak menghitung semuanya, namun disii kalau boleh saya bilang sangat kompleks sekali dari wahana belajar, olahraga, rekreasi,religi dan yang lainya, tapi cuma satu yang beat saya berkesan yaitu di wahana hantu, dasar saya tidak suka hal-hal yang berbau klenik jadi temen-temenku yang jadi sasaran waktu aku ketakutan..hehehe dasar ya..
sewaktu pulang dari Lamonga kita serombongan menuju ke Cepu, wah lagi-lagi saya harus menikmati fasilitas negara yang bikin tidak nyaman sepanjang jalan menuju cepu jalanya bergelombang kalu bahasa saya itu naik motor serasa naik kuda..jalanya kayaknya tanahnya labil tapi ada satu dua meter yang sudah di cor..
setelah samapai Cepu kita serombongan pergi melihat tambang minyak di desa Ledok, wah kondisinya sangat mengkhawatirkan sebagian di bor secara tradisional namun dampaknya sungai yang ada di tempat pengeboran tercemar sampai tidak ada satupun makhluk yang dapat hidup di sungai itu.. saya tidak sempet tanya kenapa sampai tercemar sangat parah seperti itu..
setelah itu saya sempet mampir di hutan kota daerah blora walaupun terkesan tidak terurus tapi anehnya tempai itu kata temenku yang asli situ, tempat itu dijadikan Taman Mesum Nasional, pertama denger itu tersa geli juga..
setelah itu kita sempet mampir di Bledug Kuwu walaupun tempatnya sudah tidak terwat lagi tapi cukup menarik juga untuk di lihat dan membuat pikiran jadi sok berpikir..menurut pemikiran kita si tempat itu dulunya laut terus terangakat karena sekitarnya juga kapur kalau orang bilang daerah itu daerah kars, terlepas dari mitos yang bukunya dijual disana karena disana airnya bisa mengandung garam..
dan minggu malam sekitar jam 20.30 kita sampai di koz2an..
y itulah ekspedisi ke jawa timur dan jawa tengah yang melelahkan..
Senin, 05 Oktober 2009
Jumat, 02 Oktober 2009
Suksesi Kebudayaan
2 oktober 2009, terlihat aneh tapi saya merasa bangga, bingung, lucu, senang juga..
Hari ini adalah hari istimewa bagi bangsa kita, katanya si hari ini hari batik nasional walaupun saya belum liat langsung pernyataan masalah hari batik nasional itu...
Tapi terlepas dari itu kalau boleh saya membahasakan keadaan dan mudah-mudahan salah. Ketika saya mendengar kata suksesi saya langsung berfikir kayaknya bangsa kita mengalami suksesi kebudayaan, nilai-nilai pada sistem sosial kita mulai tergeser dan cenderung membentuk budaya baru yang mempunyai nilai yang berbeda dari sebelumnya. Tidak jauh-jauh masalah bahasa jawa, sekarang pun sudah mulai beralih dengan bahasa nasional ataupun malah bahasa asing yang tidak ada sangkut pautnya dengan budaya kita. Itu terbukti bahasa ibu khususnya orang jawa sekarang tidak bahasa jawa lagi melainkan bahasa-bahasa yang jauh dari kebudayaan kita, padahal komunikasi ibu dengan anak adalah pondasi dasar dalam melestarikan budaya lokal, bukanya saya primordial, karena keadaan ini tidak hanya di jawa saja dan saya rasa budaya lokal adalah satu-satunya oposan yang dapat mengerem budaya global.
suksesi kebudayaan terjadi di banyak sektor yang mungkin kita tidak sadari. namun, sungguh tidak bijaksana ketika kita hanya berkaca pada masa lalu tanpa menghargai dan mencintai nilai-nilai budaya lokal sebagai kekayaan bangsa yang seharusnya kita nikmati bukan bangsa lain.
Hari ini adalah hari istimewa bagi bangsa kita, katanya si hari ini hari batik nasional walaupun saya belum liat langsung pernyataan masalah hari batik nasional itu...
Tapi terlepas dari itu kalau boleh saya membahasakan keadaan dan mudah-mudahan salah. Ketika saya mendengar kata suksesi saya langsung berfikir kayaknya bangsa kita mengalami suksesi kebudayaan, nilai-nilai pada sistem sosial kita mulai tergeser dan cenderung membentuk budaya baru yang mempunyai nilai yang berbeda dari sebelumnya. Tidak jauh-jauh masalah bahasa jawa, sekarang pun sudah mulai beralih dengan bahasa nasional ataupun malah bahasa asing yang tidak ada sangkut pautnya dengan budaya kita. Itu terbukti bahasa ibu khususnya orang jawa sekarang tidak bahasa jawa lagi melainkan bahasa-bahasa yang jauh dari kebudayaan kita, padahal komunikasi ibu dengan anak adalah pondasi dasar dalam melestarikan budaya lokal, bukanya saya primordial, karena keadaan ini tidak hanya di jawa saja dan saya rasa budaya lokal adalah satu-satunya oposan yang dapat mengerem budaya global.
suksesi kebudayaan terjadi di banyak sektor yang mungkin kita tidak sadari. namun, sungguh tidak bijaksana ketika kita hanya berkaca pada masa lalu tanpa menghargai dan mencintai nilai-nilai budaya lokal sebagai kekayaan bangsa yang seharusnya kita nikmati bukan bangsa lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
